Umrah dan Virus Corona: Ribuan Jamaah Diperkirakan Batal Berangkat dan Minta Uang Balik No ratings yet.

Beritaupdate.id, Nasional – Ribuan jamaah asal Indonesia untuk sementara ini diperkirakan tidak dapat melaksanakan umrah, menyusul kebijakan pemerintah Arab Saudi yang menangguhkan ibadah umrah dan ziarah untuk mencegah penyebaran virus corona. Hal itu terjadi karena pemberitahuan mengenai penangguhan umrah sementara baru diterima pemerintah juga pihak terkait pada dini hari (27/02).

Sementara itu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan penerbangan umrah lebih dari 100 kali per minggu, sehingga kira-kira ada 13 penerbangan ke Arab Saudi dalam sehari. Ia juga memastikan, mulai Jumat (28/02) sudah tidak ada lagi penerbangan menuju Saudi.

Aryati Nugrahani, jamaah asal Banten, mendaftar di biro perjalanan umrah MazQ Tour pada Januari silam. Keinginan untuk mengunjungi Masjid Nabawi dan Majid al Haram, di Mekkah, sudah diniatkan jauh-jauh hari. Karena itu mereka mulai menabung sejak dua tahun lalu.

Salah satu perwakilan biro perjalanan umrah dan haji Patuna, Benyamin Maksum, mengatakan sudah menyiapkan dua opsi bagi jemaah umrah yang ada di lembaganya.

Opsi pertama, bagi jemaah yang telah melunasi biaya perjalanan akan dikenakan status ‘tunda’. Sehingga kapan pun pemerintah Arab Saudi membuka kembali pintu bagi jemaah Indonesia, mereka akan langsung diberangkatkan.

Pasalnya, kata dia, pihak travel sudah membayar semua keperluan tiket dan hotel. Sehingga mustahil kalau harus meminta uang kembali. Sementara bagi jemaah yang baru membayar deposito, uang mereka bisa dikembalikan utuh.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah Indonesia memahami keputusan pemerintah Arab Saudi. “Pemerintah Indonesia memahami bahwa keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan kepentingan kesehatan umat yang lebih besar, terutama khususnya para jamaah umrah dan ziarah,” ujarnya.

Ia menambahkan pihaknya akan mengadakan rapat koordinasi lanjutan untuk melindungi kepentingan calon jamaah, terutama yang berkaitan dengan biro perjalanan, maskapai penerbangan, akomodasi, hotel maupun Visa.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya mengatakan pihaknya belum bisa memastikan mekanisme perlindungan jemaah, seperti refund (pengembalian uang).(*red_bbcindonesia)

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: