Toko Alaska Dicabut Izin Operasionalnya, Toko Bintang & Toko Agung Ditutup Paksa No ratings yet.

Beritaupdate.id, MakassarToko Bintang diketahui beroperasi dengan menggunakan sistem online setelah diketahui melakukan izin permohonan operasional ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar. Usaha penjualan aksesoris ponsel Toko Bintang ditemukan masih beroperasi di hari kedua penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Makassar.

BPBD Makassar dikrtahui telah mengirim surat balasan perihal permohonan izin operasi Toko Bintang. Padahal dalam Perwali PSBB disebutkan jenis usaha non pangan seperti Toko Bintang, dilarang melakukan aktivitas. Dalam suratnya yang dikeluarkan sehari sebelum penerapan PSBB, tanggal 23 April 2020 memuat 10 poin syarat protokol social distancing/physical distancing di lokasi kerja.

Pada poin ke-9 dalam surat tersebut menerangkan, aktivitas Toko Bintang akan diberhentikan selama 14 hari kerja bila mana ditemukan karyawan yang positif terjangkit Covid-19.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar, Iman Hut tak menampik adanya surat tersebut. Bahkan Imam mengaku dilema untuk melakukan penertiban di lapangan.

Pihaknya juga telah mencatat sejumlah toko yang melakukan pelanggaran untuk dijadikan bahan evaluasi sekaligus bahan laporan kepada Pj Wali Kota, M Iqbal Suhaeb untuk kemudian bagaimana ditindaki secara tegas sesuai aturan yang berlaku.

“Saya rekap toko-toko yang buka. Saya laporkan ke tim gugus untuk diambil tindakan (cabut izin usaha). Yang buka tutup ini, saya segel atau cabut izinya. Di dalam surat tugas gugus (perwali) kan itu disebut apabila ada yang melanggar maka harus di cabut izin usahanya atau jangan di perpanjang (izinnya),”

Toko Alaska Pengayoman Makassar

Menanggapi surat usaha PT Alaska Mandiri Cemerlang (Toko Alaska) yang beredar, yang mendapat izin menambah jenis usaha menjadi perdagangan besar makanan dan minuman.

Padahal, sebelumnya toko Alaska hanya menjual khusus furniture, peralatan listrik, peralatan rumah tangga lainnya serta barang elektronik.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Andi Bukti Djufri mengatakan pihaknya kecolongan saat izin tersebut.

“Kemarin dia perpanjang karena sudah mati. Tetapi kecolongan teman-teman, ternyata dia tambah bidang usahanya, makanan dan minuman,” kata dia, Kamis, 23 April 2020.

Untuk itu, Andi Bukti mengatakan pihaknya sudah mencabut kembali izin usaha untuk menambah jenis usaha.

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: