Siapakah “Penampakan” Sosok Wanita di Google Doodle Hari Ini ? No ratings yet.

Beritaupdate.id, Nasional – Jika hari ini anda membuat Search Engine Google Doodle Indonesia, tentunya Anda akan menjumpai gambar sosok wanita yang menjadi kebanggan kita semua, beliau adalah Maria Walanda Maramis. Beliau adalah Ibu Sejati Indonesia, merupakan Pahlawan Nasional yang berasal dari Minahasa Utara ( 1872 – 1924 ).

 

Maria kecil menghabiskan sebagian besar waktunya di Minahasa Utara. Lahir dari pasangan Maramis dan Sarah Rotinsulu, Maria merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Namun pada usia enam tahun, Maria Walanda Maramis harus menjadi yatim piatu lantaran kedua orang tuanya jatuh sakit dan meninggal dunia.

Di Sulawesi Utara sendiri, setiap 1 Desember masyarakat Minahasa memperingati Hari Ibu Maria Walanda Maramis yang dinilai sebagai sang pendobrak adat, pejuang kemajuan dan emansipasi wanita di ranah politik dan pendidikan.

Dalam terbitan “Nederlandsche Zendeling Genootschap” pada 1981, Nicholas Graafland pernah berkata kalau Maria Walanda Maramis dinobatkan sebagai salah satu wanita teladan Minahasa yang berbakat dan mampu mengolah daya pikirnya. Maria Walanda Maramis juga dianggap memiliki sifat yang terbuka dengan segala jenis pengetahuan, sehingga lebih maju ketimbang kaum lelaki.

Ibu Maria Walanda Maramis, memperjuangkan Hak Pilihan Kaum Wanita pada tahun 1919

Hanya laki-laki yang bisa menjadi anggota pada waktu itu, tetapi Maramis berusaha supaya wanita juga memilih wakil-wakil yang akan duduk di dalam badan perwakilan tersebut. Usahanya berhasil pada tahun 1921 di mana keputusan datang dari Batavia yang memperbolehkan wanita untuk memberi suara dalam pemilihan anggota-anggota Minahasa Raad.

Dalam rangka mengenang perjuangannya, Maria Walanda Maramis pun dibuatkan patung yang lokasinya ada di Kelurahan Komo Luar, Wenang, dalam jarak sekitar 15 menit dari Kota Manado.

Atas kerja keras yang konsisten dan jasa-jasanya itu, Maria dianugerahi gelar pahlawan nasional melalui Surat Keputusan Presiden RI Nomor 12/K/1969 tanggal 20 Mei 1969. Dalam surat yang ditandatangani Presiden Soeharto itu, Maria bersama dua tokoh lainnya yakni Arie F Lasut dan Christina Martha Tiahahu dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: