Syarif Karaeng Naba Selaku Ahli Waris, Memperlihatkan Bukti Kepemilikan Lahan Yang Ditempati PT.Telkom dan Hotel Claro, di Kediamannya Jalan Bhayangkara No.3 Makassar, Kamis (29/11/2018)

PT Telkom dan Hotel Claro diminta Untuk Segera Kosongkan Lahan No ratings yet.

Beritaupdate.id , MakassarSyarif Karaeng Naba memberi keterangan kepada awak media terkait sengketa lahan PT.Telkom dan Hotel Claro, di kediamannya , Jalan Bhayangkara nomor 3, Makassar, Rabu (29/11/2108).

Menurut kuasa hukum ahli waris, Muskar, kalau saat ini proses hukum sengketa lahan masih berjalan dengan adanya proses banding yang diajukan pihak Hotel Claro dan PT. Telkom di pengadilan

“Pihak kami tidak pernah mendengar dan belum pernah lihat atau pun info dari pengadilan tinggi atas pemanggilan dari hotel Claro kita belum dengar bahwa mereka hadir dalam pemanggilan itu,” kata Muskar di kediaman Syarif Karaeng Naba, Kamis (29/11/2018)

Pihak Syarif Karaeng Naba Siap Menduduki Lahan PT Telkom dan Hotel Claro Kalau Mereka Tidak Mengindahkan Untuk Pengosongan Lahan

Ia melanjutkan, pihak Hotel Claro dan PT.Telkom selalu mengklaim itu lahan mereka, sementara sejauh ini kita tidak pernah di kasi lihat mana buktinya

“Mereka selalu mengklaim itu lahan mereka, tapi mereka tidak pernah memperlihatkan bukti kepemilikan lahan, berupa sertifikat tanahnya,”tambah Syarif Daeng Naba yang merupakan ahli waris lahan.

Pihaknya menghimbau kepada PT.Telkom dan Hotel Claro untuk segera mengosongkan lahan tersebut. Jika tidak, kata dia pihaknya siap menduduki lahat tersebut secara paksa

“Apapun yang terjadi kita banjir darah, karena ini hak kita, kita punya bukti-bukti, sesuai dengan proses hukum,” tegasnya.

Sejumlah ormas dan simpatisan pun akan siap menduduki Hotel Claro dan PT Telkom untuk mengosongkan lahan tersebut, mereka adalah Laskar Merah Putih, Komando Mahasiswa Merah Putih, Komando Anti Korupsi Merah Putih dan sejumlah elemen masyrakat lainnya,” tegas Muskar.

Diketahui, sebelumnya putusan Pengadilan Negeri (PN) Makassar telah mengeluarkan putusan Menghukum Tergugat I (PT Telkom) dan Tergugat II (Hotel Claro) untuk mengosongkan dan atau membongkar segala bentuk bangunan yang ada di atas Tanah Obyek Sengketa.

Putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar Kelas 1A yang diketuai Yuli Efendi, SH MHum, dalam putusan sidang tanggal 25 September 2018. Hakim Pengadilan Negeri Makassar memutuskan tanah di Jalan AP Pettarani tersebut, bukan milik Hotel Clarion maupun PT Telkom.

Keputusan tingkat pertama ini berdasarkan gugatan pihak mengaku ahli waris lahan Muh Syarief SH. Wiraswasta yang beralamat di Ujung Gassi, Desa Lengkese, Kecamatan Mangarabombang.

Muh Syarief, menggugat Hotel Claro dan PT Telkom, karena Syarief mengklaim lahan yang saat ini dikuasai Hotel Claro dan PT Telkom tersebut adalah miliknya. Gugatan Syarief pun dimenangkan Pengadilan Negeri Makassar.

“Menyatakan bahwa Penggugat adalah pemilik sah sebidang tanah dengan kohir No. 140 C1 dengan persil No. 5a S1 luas ± 6 Ha, persil No. 7a S1 luas ± 5 Ha dan persil No. 8a S1 luas ± 7 Ha, yang luas keseluruhan dari ke 3 (tiga) persil tersebut adalah ± 18 Ha, atas nama I Ma’la Dt, Bin Kr Matowaya yang terletak di AP Pettarani, Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Rappocini Kota Makassar,” tulis salinan putusan di Direktori Putusan MA, yang menayangkan putusan PN Makassar nomor 121/Pdt.G/2018/PN.Mk.

Diketahui juga, saat ini proses banding tengah dilakukan oleh pihak Hotel Claro dan PT. Telkom terkait putusan tersebut.

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: