Polres Gowa Mengungkap Kasus Pengeroyokan Di Kec. Bajeng, Hingga Korban Meninggal No ratings yet.

Beritaupdate.id, Gowa – Polres Gowa melakukan jumpa PRESS RELEASE di halaman pekarangan Polres Gowa pada hari Rabu tentang pengungkapan perkara kekerasan secara bersama-sama dimuka umum terhadap orang mengakibatkan korban meninggal dunia ( Pasal 170-KUHP ) pada Hari Rabu 12/12/2018.

Yang terjadi pada saat pembunuhan di TKP adalah di Lingkungan Jatia Kel.Mata Allo Kec. Bajeng Kab. Gowa, yang terjadi pada hari Senin, tanggal 10 Des 2018 sekitar jam 02.00 Wita. Korban bernama MUH. KHAIDIR 23 th, seorang mahasiswa, berasal dari warga Dusun Manarai, Desa Bontoborusu Kec. Bontoharu, Kab. Selayar.

Dari hasil Laporan Polisi No. 515 / Res.Gowa tanggal 10 Des 2018 tentang kekerasan secara bersama sama dimuka umum terhadap orang yang akibatkan korban meninggal dunia.

Telah dilakukan otopsi terhadap korban oleh tim dokter forensik RS. Bhayangkara Polda Sulsel namun hasil otopsi belum diterima oleh penyidik.
Pada Senin, tanggal 10 Desember 2018

“Adapun kondisi diperlakukan terdapat pada tubuh korban adalah sebagai berikut :

Luka memar pada mata sebelah kanan akibat persentuhan benda tumpul, robek dan lecet pada pipi kanan, robek pada alis kanan, robek pada daun telinga kanan, patah pada bagian rahang bawah, memar dan robek pada kepala bagian belakang, memar pada telapak tangan, robek pada betis kanan,sobek pada pergelangan tangan kiri, dan resapan darah pada bagian kepala.

Bentuk kronologisnya, korban datang ke rumah YDS, penjahit mengetuk pintu rumahnya dengan keras, namun pintu tidak dibuka sehingga korban berjalan ke dalam masjid dan melakukan kegiatan yang agresif terhadap barang-barang di dalam mesjid. YDS menegur korban, namun korban tidak menanggapi sehingga warga mulai berdatangan dan terpancing marah kemudian melakukan aksi kekerasan terhadap korban hingga korban meninggal dunia.

Di situlah timbul kemarahan warga dari sikap agresif korban di tempat ibadah yang dilampiaskan dengan aksi kekerasan. Selanjutnya para tersangka melakukan kekerasan secara bersama-sama terhadap korban menggunakan balok kayu dan tangan kosong yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Setelah melakukan Langkah Penyidikan polres Gowa. Pertama melakukan olah TKP dan menemukan kerusakan pada kaca jendela, stand mic, lukisan kaligrafi dan pembatas shaff di tempat ibadah
Dan melakukan langkah pemeriksaan 13 saksi terdiri dari 1 marbot dan warga di sekitar tempat ibadah. Dan menyita barang bukti yang digunakan untuk melakukan kejahatan.

Identitas dan Peran Pelaku : RDN (47), marbot masjid, warga Mata Allo-Bajeng, berperan memprovokasi warga melalui microfon dengan mengatakan seolah-olah ada maling di TKP. ASW als Endi (26), swasta warga Mata Allo-Bajeng, berperan menendang badan korban dan aniaya berulang kali dengan kepalan tangan. HST (18), pengangguran, warga Mata Allo-Bajeng, berperan menendang korban, memukul paha dan badan korban berulang kali.

IDK (52), swasta, warga Mata Allo-Bajeng, berperan memukul lengan dan badan korban dengan gunakan kepalan tangan, membuka helm korban dan pukul pipi korban gunakan helm, SDS (53), swasta, warga Mata Allo-Bajeng, berperan memukul korban berulang kali dengan gunakan kepalan tangan. INA (24), Swasta, warga Mata Allo-Bajeng, berperan menendang kepala dan memukul perut korban. YDS (49), tukang jahit, warga Mata Allo-Bajeng, berperan memukul kepala korban gunakan kepalan tangan dan balok kayu

Dan adapun Barang Bukti : 1 batang balok sepanjang 1 meter, 1 buah papan bicara bertuliskan dilarang buang sampah, 1 lembar sarung dan pecahan kaca. 1 buah stand mic, 1 buah potongan kayu yang patah, 1 buah tas selempang warna coklat milik korban. 1 buah tas punggung warna hitam abu-abu kombinasi lis merah milik korban.1 pasang baju kemeja lengan pendek warna abu-abu gelap dan celana coklat milik korban, 1 unit sepeda motor milik korban dalam kondisi terbakar, 1 buah helm milik korban dengan tulisan Gojek.
1 pasang sandal jepit warna hitam merk Swallow milik korban.

Pelaku ini dikenakan dengan, Pasal 170 ayat (2) ke-3e KUHP tentang kekerasan secara bersama-sama terhadap orang yang akibatkan meninggal dunia dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.(*)

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: