Mahasiswa Bulukumba Unras Di Depan Gerbang DPRD Provinsi SulSel Berujung Ricuh No ratings yet.

Beritaupdate.id, Makassar – Aksi Mahasiswa Kabupaten Bulukumba yang digelar di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulsel Jalan. Urip Sumoharjo sekitar pukul 15.30 wita. Kec. Panakkukang Kota Makassar berujung ricuh saat mahasiswa ingin menerobos masuk kedalam gedung DPRD provinsi Sulsel sambil membakar ban bekas. Pada Hari Senin 01/04/2019.

Aksi mahasiswa tersebut dihalangi oleh sejumlah anggota kepolisian yang telah mengawal proses aksi demonstrasi yang dilakukan para mahasiswa asal dari Kab. Bulukumba.

Keributan terjadi saat sejumlah Mahasiswa yang mengatasnamakan Kerukunan Keluarga Mahasiswa Bulukumba, hendak membakar ban bekas di depan pintu gerbang utama DPRD provinsi sulsel, namun aksi dihalangi oleh pamdal keamanan DPRD provinsi Sulsel dan aparat kepolisian yang merebut ban bekas yang hendak di bakar mahasiswa.

Keributan baru redah setelah wakil Ketua DPRD Provinsi Sulsel Ni’matullah Erbe menemui para pengunjuk rasa,  dan menyampaikan jika hari ini senin tak satupun pimpinan komisi E dan Anggota hadir mereka semua lagi melakukan kegiatan diluar kantor.

“Tidak ada pimpinan dan anggota Komisi E, mungkin mereka sedang kampanye. Perlu juga kali tahu (para mahasiswa), anggota dewan itu tidak sama dengan PNS harus selalu ada kantor. Kalau anggota dewan kalau tidak ada agenda tidak mesti masuk kantor,” Kata NI’matullahbdihadaapn puluhan Mahasiswa KKMB.

Meski wakil ketua DPRD Sulsel telah menyampaikan jika pimpinan dan anggota Komisi Eropa tidak ada di tempat para mahasiswa gotot untuk tetap ingin bertemu dengan komisi E yang membidangi kesehatan, sosial dan olah raga.

Mereka tetap ingin menerobos untuk melihat secara langsung ruang komisi E yang berada di lantai 7 gedung tower DPRD Provinsi Sulsel yang berada di jalan. Urip Sumoharjo Kota Makassar

“Kami ingin bertemu dengan Ketua Komisi E,” kata Jendral Lapangan Aksi Unjuk Rasa, Arnandi Aksa.

Adapun tuntutan Kerukunan Keluarga Mahasiswa Bulukumba yakni, Copot kepala dinas Bulukumba, Kepala PKM Herlang (mutasi keluar daerah) dan copot Koordinator Perawat PKM Herlang (mutasi keluar daerah).

Jafar Sodding menjelaskan bahwa persoalan copot-mencopot sesuai dengan tuntutan mereka, bukan kewenangan DPRD Sulsel maupun Gubernur.

“Yang punya kewenangan mencopot itu bupati,” Tegasnya

(WS)

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: