“Gerakan Aktivis Mahasiswa” Menyampaikan Sebagai Bentuk Kritikan Terhadap Pemerintah Tentang Pendidikan Di Indonesia No ratings yet.

Beritaupdate.id Makassar – Tepatnya di jalan. Andi pangeran peterani sekitar pukul 15. 00 wita. Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam gerakan aktivis mahasiswa kembali melakukan aksi unjuk rasa (Demonstrasi). Pada Hari Kamis (02/05/2019).

Yang dimana aksi tersebut adalah sebagai peringatan Hari pendidikan nasional (Hardiknas). Sejumlah mahasiswa melakukan aksi bakar ban sebagai bentuk kekecewaannya terhadap sistem pendidikan yang sudah jauh melenceng dari amanat UUD 1945.

“Aksi yang di komandoi oleh kader gerakan Aktivis Mahasiswa Muhammad Aswand merasa sangat kecewa terhadap pihak aprat kepolisian yang mengawal selama berjalannya aksi unjuk rasa. Pasalnya, pihak kepolisian sempat melakukan tindakan represif terhadap massa aksi unjuk rasa dan seakan ingin membubarkan aksi yang sedang berlangsung, tetapi aksi tersebut kembali norma di bawah komandonya.

Mereka saling bergantian dalam menyampaikan orasinya sebagai bentuk kritikan terhadap pemerintah yang kurang peduli terhadap sistem pendidikan dan hanya focus dalam pembangunan infrastruktur saja. Sehingga pendidika di indonesia tertinggal dari negara-negara lain. Mereka juga mengannggap bahwa, sekolompok elit telah menjadikan pendidikan sebagai bahan konspirasi dalam mengumpulkan pundi-pundi demi kepentingan pripadi dalam memperkaya diri.

Lanjut Aswand megatakn, sistem pendidikan bukan lagi mencerdaskan kehidupan bangsa, melainkan semata di jadikan sebgai bentuk pembungkaman khususnya bagi mahasiswa yang di batasi ruang geraknya dalam kampus. Mereka menuntut pemerintah untuk melakukan revolusi total terhadap sistem pendidikan yang sesuai dengan amanat UUD.

Panglima besar Gerakan Aktivis Mahasiswa pun angkat bicara dalam aksi tersebut, betul bahwa pendidikan di negara ini memang butuh revolusi total oleh pemerintah. Sebab jika kita berkaca di era 80an dalam hal kualitas manusia, pada masa itu banyak tenaga pengajar yang di kirim ke Malasya untu mencerdaskan warga negara Malasya. Kerakusan mereka akan pendidikan yang berkualitas membuat mereka hari ini mampu mempekerjakan warga negara Indonesia bahkan menindas Indonesia tutupnya.

(WS)

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: